Giza

Mesir– Piramida adalah atraksi wisata terpopuler di Mesir. Bangunan prasejarah yang masih menjadi perdebatan para ahli bagaimana pembuatannya, menyedot ribuan wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Puluhan bus-bus besar yang membawa turis-turis  baik melalui kota-kota lain atau lewat pelabuhan Alexandria berdatangan setiap harinya.

Era Baru mengawali perjalanan dari kota pelabuhan Alexandria. Melalui perjalanan darat menempuh jarak 250 km kami tiba jam 10 pagi. Cuaca sedikit berawan membuat udara dan suasana di Piramida tidak begitu panas.

Jalan besar by pass yang disebut Hyperway  melewati gurun satu arah kearah Cairo. Mobil hanya berhenti dua kali untuk melewati toll dan cek sekuriti oleh para  Polisi. Polisi Memastikan penumpang yang berada dalam bus dan operator tour adalah membawa turis.

Di dalam bus juga dikawal oleh seorang petugas bersenjata. Semua bus wisata mendapat pengawalan petugas keamanan seperti ini. Karena bagi Negara Mesir ini adalah bisnis besar yang harus dijaga keamanannya. Secara psikologis juga membuat para turis merasa aman.

Paket Tour yang mulai dari Kota Alexandria dengan makan siang dijual seharga $248, berdurasi 12 jam.

Menurut para arkeolog, Piramida  Agung Giza juga disebut Piramida Khuffu dibangun 2560 SM, ini adalah yang terbesar dan tertua dari tiga piramida di wilayah Giza Necropolis. Merupakan bangunan tertinggi buatan manusia.

Piramida ini tidak hanya dikagumi kemegahannya dari luar tetapi wisatawan juga bisa masuk kedalam terowongan sempit sepanjang 30 meter. Demi melindungi struktur bangunan dan bebatuan  dari kilatan cahaya maka tidak di perkenankan membawa kamera kedalam terowongan.

Piramida ini diperkirakan memiliki volume 2,500,000 kubik, ketinggiannya 146,6 m dan lebar dasarnya 230,5 meter. Atau ukuran  dasar memanjang keseluruhan 922 meter. Diyakini sebagai kuburan bagi raja dan ratu mesir jaman dahulu kala.

Tiga terowongan di dalam piramida, yang satu pada bagian dasar tapi tidak terselesaikan, yang dua lagi adalah terowongan menuju Ruang Raja dan yang satu lagi terowongan ruang Ratu.

Untuk memudahkan pengunjung masuk kedalam terowongan, lantainya dibuat bersekat balok besi dengan alas kayu.

Ketika masuk terowongan yang punya kemiringan cukup tajam ini, harus membungkukkan badan. Dan harus siap dengan ruangan yang oksigennya  agak lemah karena jumlah  pengunjung dengan sempitnya ruangan tidak seimbang plus tidak ada ventilasi, ibarat berada dalam gua.

Tiket masuk kedalam terowongan yaitu 30 pound Mesir sekitar Rp 60,000.

Berbagai souvenir untuk wisatawan dari miniatur piramid dari batu limestone, keramik dan Kristal bisa diperoleh dengan harga yang cukup murah. Tentu saja disini tidak ada harga pasti. Semua harus lewat tawar-menawar. Paling tidak anda harus menawarnya ¾ dari penawaran. Kemudian kedua pihak akan bertemu dengan harga akhir yang disepakati.

Jika ingin tahu rasanya naik onta dan keledai, penduduk lokal disini menyediakan tumpangan atau hanya sekedar duduk diatas onta untuk di foto. Tentu semua demi mengais sedikit uang untuk hidup. Bagi mereka inilah cipratan pariwisata yang secara langsung bisa di nikmati.

Di komplek tiga piramida ini juga berdiri patung Sphinx yang terkenal seantero jagat bumi. Patung yang menggambarkan singa berkepala manusia ini adalah patung monolit terbesar di dunia. Juga merupakan patung monumen tertua didunia, dengan panjang 73,5 m dan 6 m lebarnya dan tingginya 20 meter. Sphinx diperkirakan dibangun pada jaman Mesir kuno di milenium ketiga Sebelum Masehi.

Penggalian patung yang terkubur pasir ini di mulai 1817 dan selesai digali hingga bagian dasar pada tahun 1925, atau kurang lebih memakan waktu selama 108 tahun. Pemugaran patung yang tidak lengkap inipun dilakukan ditahun akhir penggalaian. Dan sampai sekarang bisa di nikmati oleh orang mesir  modern sebagai objek pariwisata.

Banyak teori yang di argumentasikan bertahun-tahun tentang pembangunan komplek piramida ini yang belum bisa dijelaskan ilmu pengetahuan sekarang. Termasuk fungsi dari keberadaan patung sphinx, hubungannya dengan tiga piramida di belakangnya.

Benar-tidaknya sebagai kuburan raja karena tidak ada bukti dan sacropagus. Demikian juga bebatuan yang dipakai untuk membangun Piramida, bagaimana batu-batu granit besar itu diangkut dari tempat penggaliannya di muara sungai Nil yang berjarak ratusan kilometer, ada yang seberat 60 ton, bagaimana menumpuk dan memasang   pada ketinggian 140 meter lebih  menjadi misteri abadi.

Peralatan macam apa gerangan yang di pakai 2500 SM, untuk membuat proyek besar demikian.  Ataukah di bangun oleh jenis manusia raksasa yang sejaman dengan dinosaurus, dimana dinosaurus buat mereka mungkin sama dengan besarnya sapi bagi manusia sekarang yang hanya setinggi 2 meteran. (man/waa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s