Golden Dragon Museum

Salah satu negara multicultural besar di dunia adalah Australia yang menjadi tanah perantauan bagi banyak etnis bangsa terutama dari Eropa dan Asia. Bahkan faktanya memang jumlah pendatang yang hidup di benua kangguru ini jauh lebih banyak dari ras aslinya yaitu suku Aborigin yang semakin langka untuk ditemui.

Apalagi para pendatang ini bukan hanya dari tanah Inggris yang pertama kali memproklamirkan Australia sebagai ‘sister country’ mereka, namun juga dari belahan dunia lain seperti Indonesia, India, Malaysia, dan Negara dengan populasi terbanyak di dunia yaitu Cina yang merantau dan membangun kehidupan baru di Australia.

Salah satu kota di Australia yang memiliki jumlah pendatang terbanyak dari berbagai suku bangsa adalah Melbourne yang merupakan ibukota dari Negara Bagian Victoria. Kota Melbourne Penyebab mengapa saat ini Melbourne begitu diminati pendatang adalah karena kotanya yang ramah dalam menyambut pendatang artinya segala fasilitas, sarana maupun pemerintahnya sangat menjaga keselarasan dan kerapihan tata kotanya sehingga nyaman untuk ditinggali.

Namun jauh sebelum Melbourne menjadi kota dengan jumlah pendatang terbesar di Victoria, ada beberapa kota di luar Melbourne namun masih di kawasan Victoria yang menjadi destinasi favorit pendatang untuk membangun kehidupan baru. Hal ini mulai terjadi terutama pada era Gold Rush di mana pusat perburuan emas dilakukan di kota-kota kecil penghasil emas terbesar di Victoria yang kini masuk dalam region Goldfields di Victoria.

Sejak masa kejayaan perburuan emas beberapa daerah di Australia menjadi tujuan utama para perantau dari Eropa umumnya yang ingin membangun kehidupan baru di tanah kangguru ini. Sejak tahun 1800-an Australia sudah dikenal menjadi negara yang penduduk aslinya tergusur oleh para pendatang sejak ekspansi besar-besaran yang dilakukan bangsa Eropa untuk melakukan perburuan emas serta berkuasa dan menduduki Australia.

Tak hanya bangsa Eropa yang menduduki Negara ini namun juga masyarakat dari Negara-negara di Asia juga datang untuk membangun kehidupan baru di Australia. Cina adalah salah satu negara di Asia yang pada era Goldrush ternyata menjadi etnis besar yang datang ke Australia terutama ke wilayah kota-kota kecil di Goldfields, seperti Bendigo atau Ballarat.

Namun karena Ballarat sudah sangat kental dengan kehidupan Victorian Style, maka imigran-imigran Cina tersebut akhirnya bergeser ke kota emas lainnya yakni Bendigo dan membuat komunitas di sana dalam membangun kehidupan baru. Sejak saat itulah di Bendigo juga menjadi salah satu basis para imigran Cina yang sampai sekarang masih bisa ditemukan peninggalan jejak masa lampau para pendatang dari Cina yang ditampung dalam museum populer di kota ini yaitu Golden Dragon Museum.

Golden Dragon Musuem adalah peninggalan paling menonjol dari etnis Cina yang ada di kota Bendigo karena dari kejauhan di luar arena museum Anda sudah bisa merasakan hawa Tionghoa di tengah keklasikan khas Eropa yang ada di kota emas Bendigo. Terletak tak cukup jauh dari patokan umum kota ini yaitu air mancur Alesandra, Anda hanya harus menemukan Bridge Street yang merupakan jembatan di atas sungai lali tinggal berjalan lurus saja dari sana.

Untuk Anda yang berangkat dari kota Melbourne Anda bisa pergi ke kota ini dengan menggunakan kereta dan turun di stasiun terakhir yaitu Bendigo Railway Station lalu melanjutkan perjalanan kea rah Birdge Street lokasi keberadaan museum ini. Perjalanan sejauh kurang lebih 147 km ke arah utara kota Melbourne ini bisa ditempuh dalam perjalanan sekitar 1.5 sampai 2 jam perjalanan dengan kereta ataupun mobil.

Akses kereta dari kota Melbourne ke Bendigo juga tidak sulit ditemui. Golden Dragon Museum adalah pusat kebudayaan Cina paling besar di Victoria. Museum yang buka setiap hari mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore ini memungut biaya untuk pengunjung adalah 11 Dollar untuk pengunjung dewasa dan 6 Dollar untuk pengunjung anak-anak berusia 5-15 tahun.

Mulai dari arsitektur bangunan dan area sekitar Golden Dragon Museum yang sangat kental dengah kebudayaan Cina dengan dominasi warna merah yang melekat. Yi Yuan Gardens, Kuan Yi Temple dan kawasan Dai Gum San adalah beberapa yang menarik yang ada di area luar museum.

Sedangkan untuk bagian dalam museum serta arena luarnya dikelola oleh asosiasi orang-orang Chinese Bendigo yang menyangkut koleksi dalam museum seputar kebudayaan dan kesenian Cina. Mulai dari kesenian barongsai (Chinese dragon), kostum tradisional yang beranek aragam, kesenian teater Cina, alat musik, dll. Ini adalah salah satu usaha Bendigo Chinese Association untuk tetap mempertahankan kebudayaan nenek moyang mereka walau jauh dari tanah Cina yang merupakan identitas asal mereka.

Bahkan sebagain koleksi benar-benar berasal dari Cina. Museum ini juga menyediakan tur dengan topik selain penjelasan mengenai koleksi dan seluk beluk area di skeitar Golden Dragon Museum, namun juga seputar simbol-simbol dalam kebudayaan Cina mulai dari shio, dan segala mitosnya, sejarah mengenai daerah Goldfields termasuk Bendigo dan kaitannya dengan kedatangan imigran Tionghoa di sini, dll.

Semua yang terdapat dalam kawasan Golden Dragon Museum cukup menggambarkan Anda betapa kuatnya pengaruh kebudayaan Cina di kota Bendigo. melalui para imigran yang kemudian membangun komunitas penduduk di sini dengan tetap mempertahankan kebudayaan asal mereka Golden Dragon Museum menjadi bukti nyata bahwa Goldrush juga ikut dinikmati bangsa Asia khususnya imigran dari Cina.

Datang dan jelajahi bukti peninggalan Cina di kota emas Bendigo dengan singgah ke Golden Dragon Museum. Selamat berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s