Amazon Rainforest

Amazon Rainforest, juga dikenal sebagai Amazonia, hutan Amazon atau Amazon Basin, meliputi tujuh juta kilometer persegi (1,7 miliar hektar), meskipun hutan itu sendiri menempati sekitar 5,5 juta kilometer persegi (1,4 miliar hektar), terletak di sembilan negara.

Amazon mewakili lebih dari setengah hutan hujan yang tersisa di planet ini dan terdiri dari saluran terbesar dan paling kaya spesies hutan hujan tropis di dunia. Sungai Amazon adalah sungai terbesar di dunia dengan volume, dengan total aliran sungai lebih besar dari sepuluh besar di seluruh dunia dikombinasikan.

Sepertinya kita semua sudah tahu kalogai Sungai Amazon sekarang mengalir mulai dari Pegunungan Andes di negara Peru, Equador, dan Kolombia ke arah timur ke negara Brasil sampai akhirnya menuju ke Samudera Atlantik. Tapi tahukah kita bahwa Sungai Amazon ini pernah mengalir ke arah Barat dari negara Brasil menuju Samudera Pasifik?

Sungai Amazon adalah sungai terbesar di dunia dengan total aliran sungainya yang melebihi jumlah total aliran keenam sungai terbesar berikutnya (sampai 300 ribu meter kubik per detik). Bahkan seperlima dari total volume air tawar yang masuk ke samudera berasal dari Sungai Amazon. Sungai Amazon juga termasuk sungai terpanjang kedua setelah Sungai Nil di Afrika. Daerah tangkapan air (drainage area) dari Sungai Amazon yang sering disebut Cekungan Amazon (Amazon Basin) luasnya hampir dua kali luas India atau sekitar 40 persen luas Amerika. Dengan drainage area sebesar itu dan alirannya yang sangat besar bagaimana kenampakan daerah hilir atau muara Sungai Amazon?
Coba tengok bentuk muara Sungai Amazon di gambar sebelah. Pada saat musim hujan, lebar muara bisa mencapai 500 kilometer dan bentuk muara dari Sungai Amazon ternyata berubah dalam 5 tahun terakhir ini. Ini sangat mungkin terjadi karena aliran sungainya yang cukup besar yang bisa mencapai 125 miles ke arah Samudera Atlantik. Peneliti-peneliti terdahulu banyak yang menduga bahwa Sungai Amazon pernah mengalir ke arah barat dimana aliran ini berlawanan arah dengan alirang Sungai Amazon sekarang. Sebagian dari mereka ada yang menyangkut-pautkan Sungai Amazon adalah bagian sistem sungai proto-Kongo (Zaire) yang terbentuk pada saat Afrika dan Amerika Selatan bersatu dalam satu kontinen yang besar yang disebut Gondwana. Tetapi bagaimana peneliti-peneliti sekarang menerangkan bahwa aliran Sungai Amazon pernah mengalir ke arah barat.


Awal terlahirnya ide bagaimana dulunya Sungai Amazon mengalir ke arah barat adalah didasarkan atas penemuan beberapa peneliti dari UNC (University of North Carolina) yang awal mulanya meneliti bagian atas batuan sedimen yang ada di Cekungan Amazon. Tetapi secara tidak sengaja mereka menemukan butiran-butiran mineral purba yang ada di bagian tengah Amerika Selatan yang dipercaya mineral-mineral tersebut berasal dari timur. Butiran mineral tersebut adalah zircon. Zircon tersebut mempunyai kandungan uranium dan thorium sehingga kita mampu menentukan umur dari mineral tersebut berdasarkan waktu peluruhannya. Selain itu mineral tersebut juga mempunyai kemampuan untuk dapat bertahan melewati proses-proses geologi seperti erosi, transportasi, bahkan mampu juga bertahan terhadap proses metamorfosis. Hasil penentuan umur dari mineral zircon bisa diinterpretasikan menjadi umur kira-kira terbentuknya proses kristalisasi. Berdasarkan informasi tersebut, Russell Mapes bersama profesornya Dr. Drew Coleman dari Universitas North Carolina menelusuri 80% Cekungan Amazon dan mengumpulkan butiran zircon yang mereka temukan untuk kemudian diukur umurnya menggunakan radiometri teknik (U-Pb). Dan hasil pengukuran ini memperkuat interpretasi mereka bahwa Sungai Amazon dulunya pernah mengalir dari timur ke barat. Mengapa mereka sangat yakin bahwa berdasarkan umur dari zircon tersebut maka aliran Sungai Amazon dulunya adalah dari timur ke barat? Ditemukannya umur zircon yang bervariasi antara 1.4 sampai 2 milyar tahun yang lalu memberikan indikasi bahwa source atau asal dari zircon tersebut adalah dari timur dimana batuan yang berumur 2.5 milyar tahun yang lalu banyak ditemukan di bagian timur benua Amerika Selatan. Bagaimana dengan Andes? Bukankah ada kemungkinan source dari zircon tersebut dari barat (Andes)? Kecil sekali kemungkinan bahwa source dari zircon tersebut berasal dari Andes. Ini disebabkan Andes baru terbentuk setelah 65 juta tahun yang lalu ketika lempeng tektonik Amerika Selatan dan lempeng tektonik Afrika telah terpisah akibat pemekaran dari pematang lantai samudera yang ada di antara kedua lempeng tektonik tersebut. Karena proses geologi yang terus berlangsung terutama di bagian barat dari Amerika Selatan (Andes area), batuan di bagian barat ini semakin muda umurnya dibandingkan batuan di bagian timur Amerika Selatan.


Sekitar 50 juta tahun yang lalu, lempeng tektonik Amerika Selatan yang terpisah dari lempeng tektonik Afrika bertumbukan dengan lempeng tektonik Nazca dari Samudera pasifik sehingga membentuk Pegunungan Andes yang terbentuk akibat proses pengangkatan oleh subduksi lempeng tektonik di sebelah barat Amerika Selatan tersebut dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Terbentuknya Andes ini mampu menahan aliran Sungai Amazon dari timur ke barat. Sungai Amazon kemudian berubah menjadi semacam lautan di tengah benua yang dengan berjalannya waktu berubah menjadi rawa dan danau.
Apalagi yang membuat Andes sangat unik? Andes yang berasal dari bahasa Quechua yang berarti Anti atau puncak yang tinggi merupakan deretan pegunungan terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai lebih dari 7000 kilometer dan lebarnya mencapai 500 kilometer serta mempunyai ketinggian rata-rata 4000 meter. Sampai sekitar Miosen dimana Andes sudah terbentuk dan tetap terbentuk mampu membalikkan aliran Sungai Amazon dari semula dari timur ke barat menjadi dari barat ke timur ke arah Tinggian Purus. Tinggian Purus ini termasuk paleo high atau tinggian purba yang terbentuk dari utara sampai selatan di tengah-tengah Amerika Selatan. Tinggian Purus ini yang membagi aliran sungai Amazon menjadi dua (satu ke arah barat ke Andes dan satu ke arah Samudera Atlantik). Sekitar Miosen Akhir atau sekitar 10 juta tahun yang lalu, akhirnya aliran air Sungai Amazon mampu melewati Tinggian Purus dan pada saat itu pula Andes semakin tinggi terbentuk sehingga mampu membalikkan aliran Sungai Amazon sepenuhnya ke Samudera Atlantik. Faktor lain yang mendukung berbaliknya aliran Sungai Amazon adalah turunnya permukaan air laut sehingga danau Amazon yang semula terbentuk mampu mengalir ke Samudera Atlantik seperti yang kita lihat sekarang ini.


Inilah sejarah berbaliknya aliran Sungai Amazon yang disebabkan oleh terbentuknya  Pegunungan Andes di sebelah barat Amerika Selatan dan membuat bagian timur Amerika Selatan menjadi daerah yang relatif stabil. Jadi sangatlah memungkinkan aliran sungai berbalik arah dengan berjalannya waktu seperti yang terjadi di Sungai Amazon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s