Terusan Panama

Sejak tanggal 31 Desember 1999, Panama bertanggung jawab penuh atas pengelolaan, administrasi dan perawatan dari Terusan Panama. Setelah sebelumnya selama 85 tahun di kelola oleh Amerika Serikat.

Sejarah

Terusan panama sepanjang 77 km di rancang untuk mempersingkat perjalanan angkutan laut dari lautan Karibia atau lautan Atlantik ke daratan di lautan Pasifik. Ini merupakan  mega proyek  perinsinyuran terbesar dan paling sulit saat itu.

Pada awalnya Perancis membuat terobosan dan memulai penggalian dan mengerahkan ribuan tenaga kerja. Karena kondisi daerah tropis yang berhutan dan banyak air, menjadikan tempat ini sarang nyamuk malaria yang menjadi penyebab utama kematian dari ribuan pekerja.

Jumlah pekerja yang meninggal dalam pembangunan proyek raksasa ini total 27,500 orang. Termasuk penyakit demam kuning dan tanah longsor. Dengan di bangunnya terusan ini, telah mempersingkat jalur pelayaran laut.

Semenjak di bukanya jalur terusan Panama, kapal tidak lagi harus mengelilingi Amerika Latin untuk mencapai Amerika Barat atau sebaliknya. Sebagai sebuah ilustrasi, pelayaran dari New York ke San Fransisco hanya menempuh jarak 9,500 km melewati Terusan Panama, sedangkan mengelilingi Amerika Latin akan menempuh jarak 22,500 km.

Terusan yang memiliki tiga penyekat atau ‘Locks’ ini menjadi tulang punggung perekonomian Panama ini melayani penyebrangan kapal-kapal berbagai ukuran dan dengan berbagai muatan, termasuk kapal penumpang. Dimana per tahun 2008 tercatat jumlah kapal yang singgah di terusan Panama sejumlah 14,702 kapal.

Pembangunan Terusan Panama di mulai kembali pada tahun 1904 dimana Amerika Serikat di bawah Presiden Theodore Roosevelt bersama Chief Engineer (Kepala Mesin) John Frank Stevens membeli semua peralatan dan alat keruk dari Perancis senilai 40 juta dolar.

Dibawah Chief  Engineer yang baru George Washington Goethals, Terusan Panama selesai dibangun 1914 dua tahun lebih awal dari yang di jadwalkan selesai 1 Juni 1916. Terusan beroperasi untuk pertama kali tanggal 15 Agustus 1914 dengan menyebrangnya sebuah kapal barang SS Ancon.

Objek wisata

Keberadaan dari Terusan Panama tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyebrangan belaka. Sekarang dia menjadi daya tarik wisatawan.

Para pelopor wisata ke kanal ini adalah kapal-kapal pesiar.

Pada awalnya adalah ekplorasi Alaska yang indah dimusim panas. Dengan berakhirnya musim dingin kapal-kapal yang beroperasi di Lautan Karibia akan menjual paket-paket wisata  di Alaska.

Karena sebagian besar pangkalan kapal pesiar di Amerika Timur, maka untuk mencapai Alaska atau Kanada mereka harus melewati Terusan Panama.

Penyebrangan peralihan musim ini dijadikan paket wisata tersendiri. Ada  juga beberapa kapal pesiar yang khusus melakukan perjalanan wisata hanya menyebrang kanal kemudian kembali kedaerah tujuan.

Keunikan dari atraksi wisata di Terusan Panama adalah bisa menyaksikan sendiri bagaimana proses masuk dan keluarnya kapal-kapal besar di dalam ‘lock’ atau penyekat. Menyaksikan bagaimana 197,000,000 liter air dipakai dalam sekali proses penyekatan.

Wisatawan juga dapat menyaksikan pintu-pintu penyekat besi raksasa berukuran lebar 19.5 m dan tingginya 20 m serta ketebalannya adalah 2 m. Mereka juga bias mengikuti bagaimana proses kapal terangkat dari satu penyekat ke penyekat berikutnya. Ini sangat menarik untuk di saksikan karena keberadaan Danau Gatun berada 26 meter diatas permukaan laut, jadi kalau di gambarkan kapal sebenarnya naik dan turun ‘gunung’. Dari laut Pasifik ke Laut Atlantik.

Pembangunan dam di Danau Gatun merupakan dam terbesar di dunia saat itu dan danaunya merupakan danau buatan terbesar. Dam ini menyediakan tersedianya listrik untuk pengopersian Terusan Panama.

Panamax

Ada lagi keunikan dari Terusan ini, ada ukuran resmi dari otoritas pengelola kanal berapa ukuran kapal yang bisa melewati terusan ini. Ukuran ini disebut dengan istilah Panamax. Yakni panjang 294.13 meter, Lebar 32.31 meter dan kedalaman 12.04 meter.

Konskwensinya semua galangan kapal didunia kalau merancang kapal harus mengikuti ukuran-ukuran itu agar kelak bisa melewati kanal. Tetapi jika rancangannya tidak untuk lewat di Terusan Panama tentu ukuran ini tidak berlaku.

Biaya  Toll

Seperti layaknya jalan toll Terusan Panama juga memberlakukan tarif jasa toll  kepada pada pengguna. Otoritas Terusan Panama menentukan biaya toll berdasarkan jenis kapal, ukuran dan jenis barang yang dibawa. Kapal penumpang dan kapal barang yang tidak membawa barang di hitung tersendiri sesuai tonasenya.

Biaya penyebrangan untuk kapal Cargo atau barang adalah $72 per unit kontainer.

Biaya untuk penyebrangan kapal-kapal pesiar di hitung berdasarkan jumlah kamarnya. Perkamar yang berpenghuni adalah $115(Rp1,035,000) sedangkan kamar yang tidak berpenghuni membayar $92 dolar.(Rp 828,000).

Jika kapal pesiar tersebut memiliki 1000 kamar dan semua kamarnya terisi harus membayar toll sejumlah 115,000 dolar Amerika sekali penyebrangan.  Toll termahal untuk menyebrangi Terusan Panama dikenakan kepada kapal pesiar Disney Magic yang menyebrang tanggal 16 Mei 2008 dan membayar toll sejumlah $331,200(2,9 miliar rupiah sekali penyebrangan) dan penyebrang dengan bayaran toll termurah di kenakan kepada seorang petualang Amerika Richard Halliburton yang berenang di Terusan Panama tahun 1928 dengan membayar 36 sen dolar. Kalau sekarang di rupiahkan menjadi Rp 3,240. (man)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s