Arab Saudi

Arab Saudi, Negara di Jazirah Arab, dengan jajaran padang pasir dan keramahtamahan orang Bedui, menawarkan pengalaman khas Timur Tengah yang sayang bila dilewatkan. Mencari tempat rekreasi di Arab Saudi tidaklah sulit. Meskipun menerapkan syariat islam yang ketat, dan polisi syariah selalu melakukan patroli di mana-mana, pemerintah Arab Saudi tetap menyediakan banyak fasilitas umum yang bisa Anda kunjungi. Seperti kota tua Jeddah, Madain Shaleh, Jam Mekah, dan masih banyak lagi.

Nah, jika ada waktu lebih setelah menunaikan haji, maka wisata menarik di Arab Saudi layak Anda kunjungi. Penasaran objek wisata apa saja yang akan menarik perhatian Anda tentang keelokan, keindahan, dan kemegahan Arab Saudi?.

1. Jam Mekah, Jam Terbesar di Dunia

Salah satu obyek wisata yang bisa Anda saksikan dan kunjungi, saat berada di kota Mekah, ialah jam Mekah. Jam raksasa ini  memegang rekor sebagai jam terbesar di dunia. Jam besar yang memiliki ketinggian 577 meter ini, berdiri di atas mekah clock royal tower, di kompleks Al-Abraj Al-Bait Tower. Jam ini berdiri pada bangunan tertinggi kedua di dunia, setelah Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Menurut kementrian agama Saudi, keseluruhan proyek jam raksasa menelan biaya 800 juta US dollar, yang dirancang oleh para insinyur Jerman dan Swiss.

282010812jam mekah2

Jamnya sendiri berdiameter 40 meter. Ukuran besarnya bahkan telah mengalahkan ukuran jam Big Ben di Inggris. Selain itu, jam ini juga bermuka empat. Artinya jam besar ini tak hanya menghadap ka’bah, tetapi juga ada tiga jam lain di tower itu yang menghadap ke tiga arah lainnya, yang mengikuti bentuk segi empat permukaan dinding tower tersebut. Keunikan menara jam mekah lainnya adalah setiap datang waktu shalat, 21 ribu lampu hijau dan putih akan bersinar. Menandakan tanda untuk mengingatkan kaum muslimin untuk shalat. Bahkan lampu itu bisa dilihat dari jarak 18 mil atau 28,8 kilometer.

Selain itu, setiap wajah tertulis lafadz Allah yang dilengkapi dengan ribuan lampu warna-warmi. Menara jam di komplek Masjid Agung Mekah yang menjadi wajah muslim di seluruh dunia ini, merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk mengembangkan kota yang dikunjungi jutaan peziarah setaip tahunnya. Di masa depan, jam ini akan menjadi salah satu ikon Arab Saudi. Dengan adanya menara jam Mekah ini, Arab Saudi berharap menjadi acuan jam untuk 1,5 milyar umat muslim di seluruh dunia.

2. Kota Tua Jeddah

Di sela-sela rentetan bangunan modern, ada salah satu kota di Arab Saudi yang masih mempertahankan keaslian bangunan tuanya. Kota ini diberi julukan sebagai kota tua Jeddah. Kota tua ini merupakan rangkaian bangunan tradisional dan rumah-rumah bertingkat pedagang yang mencerminkan identitas budaya Arab Saudi. Sisa-sisa kota tua Jeddah, saat ini bisa dilihat di kawasan Balad.

kota-kuno-di-jeddah-salah-satu-tujuan-wisata-menarik-_110428140246-293

Di distrik Al Balad, Anda dapat melihat bangunan arsitektur batu koral yang menghembuskan napas nostalgia kota tua, di sela-sela bangunan modern yang mengelilinginya. Karena keunikan bangunan-bangunan tua yang terpelihara, pemerintah provinsi Jeddah telah menetapkan kawasan Balad sebagai kawasan sejarah, dan menjadi salah satu objek wisata. Maka jika berkunjung ke Jeddah, jangan lupa mampir ke Balad. Selain untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh, di sini Anda bisa berwisata melihat rumah-rumah antik, dengan ratusan kamar penginggalan bersejarah para saudagar Jeddah.

Rumah-rumah gedung para saudagar Jeddah tersebut, umumnya dibangun secara blok, sehingga menciptakan lorong yang teduh. Dinding bangunan terbuat dari batu-batu coral dan kerang laut, sehingga menghasilkan ornamen-ornamen unik. Jendela-jendela dan balkon yang terbuat dari kayu, dihiasi dengan ukiran indah, juga berfungsi sebagai pengatur sirkulasi udara, sehingga nuansa rumah terasa nyaman, aman, dan segar.

Balad juga telah menjadi surga berbelanja bagi masyarakat, baik bagi masyarakat Jeddah, maupun bagi masyarakat luar, termasuk jamaah haji Indonesia. Karena di sini terdapat berbagai barang kebutuhan, mulai dari skala eceran hingga skala grosir. Dari barang antik hingga produk modern. Bahkan di sini juga banyak tempat-tempat penukaran uang, dan mereka menerima penukaran uang rupiah.

3. Madain Shaleh, Kota Kuno di Bukit Berbatu

Di teriknya matahari negeri yang kaya akan sumber daya minyak ini, terdapat objek wisata monument bersejarah yang terkenal, yaitu Madain Saleh. Kota ini merupakan peninggalan budaya yang unik. Kota kuno yang terletak di wilayah utara Arab Saudi ini, terletak di sekitar 25 kilometer dari utara kota Al-‘ula. Madain Saleh yang dahulu dikenal dengan nama Al-Hijr, terletak sekitar 1.400 kilometer sebelah utara Riyadh. Sebutan Al-Hijr digunakan hingga abad ke-14 masehi. Dan sekarang lebih dikenal dengan nama Madain Saleh.

2236395-madain_saleh_nabatean_tombs-saudi_arabia

Luas Madain Saleh secara keseluruhan sekitar 4.010 hektar, yang terdiri dari berbagai kompleks pemakaman dan tempat tinggal. Madain Saleh memiliki 131 monumen pemakaman dari batu, yang dibangun oleh suku Nabatea. Keutamaan situs ini adalah sisa-sisa peradaban Nabatean yang hidup lebih dari 1000 tahun yang lalu. Situs arkeologi Madain Saleh, terletak di lingkungan gersang dan iklim yang kering. Hal ini memberikan gambaran tentang kuatnya daya tahan dan kehidupan suku Nabatea pada zamannya. Kini monument bersejarah tersebut, sudah menjadi situs arkeolog sekaligus tempat wisata. Bahkan kuil Madain Saleh sering dikunjungi para peneliti dan pelajar dari berbagai penjuru dunia.

Pada zaman dahulu, kota ini dihuni oleh kaum Tsamud dan Nabatea, sekitar 3000 tahun sebelum masehi, yang hidup di antara zaman Nuh hingga zaman Musa. Madain Saleh ditandai dengan formasi bebatuan yang mengesankan, bukit-bukit pasir beragam warna dari merah. Kuning dan putih . keindahan lanskap ini, kian menarik seiring dengan manjulangnya bukit pasir keemasan yang membatasi semua sisinya. Pada tahun 2008, UNESCO menyatakan Madain Saleh, sebagai situs warisan dunia yang pertama di Arab Saudi.

4. Taman As-Salam, Riyadh

Di Riyadh, ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga. Salah satu nya adalah, Taman As-Salam di jantung kota Riyadh. Taman As-Salam memiliki luas sekitar 75 hektar. Selain taman, di dalam nya juga terdapat taman bermain untuk anak-anak, danau buatan, arena bermain boat, trek jogging, lapangan berkuda, masjid dan beberapa restoran siap saji. Karena fasilitasnya yang lengkap. Taman As-Salam merupakan tempat wisata favorit bagi warga kota Riyadh, dan para pelancong beserta keluarga.

13329431651416315857_300x200

Taman As-Salam memang sangat luas dan indah. Hamparan rumput hijau nan lembut, dihiasi dengan berbagai bunga kelas dunia dan pohon-pohon lebat yang dihiasi lampu hias, menambah suasana taman semakin canntik. Tak ketinggalan suara merdu kicauan burung dari atas pepohonan dan gemericik suara air dari sungai kecil, menambah suasana taman makin tampak eksotik. Adanya jembatan bagi pejalan kaki yang membelah danau dan air mancur tepat ditengah-tengah danau, juga menjadikan pemandangan taman semakin indah.

Kini, selain berperan sebagai tempat wisata yang mampu memberikan kesenangan bagi warga kota Riyadh, pemerintah kota Riyadh juga memanfaatkan taman As-Salam sebagai paru-paru kota. Kota Riyadh yang dulu kering dan gersang kini telah berubah wajah. Kota gurun yang dulunya sangat panas, kini secara perlahan telah berubah menjadi taman kota yang hijau dan sejuk. Taman As-Salam juga bisa dijadikan tujuan wisata keluarga yang menyenangkan.

5. Jabal Magnet atau Lembah Jin

Jabal magnet atau yang dikenal dengan Lembah Jin, merupakan sebuah lembah yang terletak sekitar 35 kilometer di barat laut Madinah, Arab Saudi. Lembah ini telah menjadi atraksi pariwisata karena sensasi keanehan alam nya, yang seakan bertentangan dengan gravitasi. Ya, apa yang terkenal tentang tempat ini adalah, bahwa mobil yang melintas bisa berjalan sendiri dalam keadaan mesin mati. Kecepatan berjalannya bahkan bisa lebih dari 120 kilometer per jam.

jabalmagnet

Belum diketahui secara jelas, apa hubungan antara magnet dengan laju kendaraa. Namun, dari sejumlah informasi yang berkembang di Madinah, menyebutkan bahwa dulunya, jabal magnet ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang arab badui. Saat itu, ia sedang menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil, ia merasa aneh saat mobil yang ia tinggali dapat berjalan sendiri. Dan semakin lama semakin kencang. Tidak ada batasan yang jelas, mulai dari mana jalan yang memiliki daya magnet tersebut. Tapi jika dirasakan, pengaruh magnet itu mulai bila kendaraan melaju dari bendungan air, yang letaknya tak jauh dari putaran hingga bukit menjelang belokan ke Madinah.

Sejak itu, cerita tersebut menyebar ke berbagai pelosok dan ramai dikunjungi warga, baik dari Arab sendiri, maupun turis dari Negara lain. Bahkan menurut ceritanya. Sebagian warga ada yang melakukan berbagai ritual agama di sana. Karena di lokasi ini bukan merupakan tempat untuk melakukan ritual, pemerintah Arab Saudi melarang nya dan menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata semata. Untuk itu, pemerintah Arab Saudi sudah membangun jalan raya yang begitu lebar, agar pengunjung bisa merasakan dorongan magnet ketika melaju dengan kendaraannya. Kini, jabal magnet sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk melihat dan merasakan adanya fenomena alam yang masih misterius. Bahkan, orang-orang dari Negara asing saat berkunjung ke Madinah jarang yang melewatkan peristiwa langka ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s